Senin, 27 April 2015

Maaf Tulisanku Jelek


“Buku siapa ini… !!!!.” Senyap. Sejenak suara yang sedikit bergemuruh mereda. “Ada apa  ?” Isyarat penasaran yang muncul dari mimik wajah seluruh siswa siswi kelas 4 MI Singa Laksana Tulungagung. Semuanya tegang. Kesalahan apa yang terjadi ? Buku siapa itu ? Mengapa suara guru bahasa inggris itu menghentak ? Apakah hasil tes pada buku itu salah semua ? Atau ada sesuatu lain pada buku itu hingga membuat guru yang cukup ditakuti itu kecewa? Tanya hatiku yang mulai merudung penasaran, diiringi detak jantung yang makin meningkat. Rasa takut yang tiba-tiba mengefek pada diriku menghembuskan hawa dingin keluar bersama keringat dari tubuhku membuat badanku merinding, sampai-sampai lidahkupun terasa dingin.
Suasana masih belum pecah, Ibu guru yang mengajar Bahasa Inggris dikelasku itu masih mengangkat tangan kanannya sambil menunjukkan buku yang dipertanyakannya. Tangan kirinya diatas bangku, posisi duduk, badan yang tegap, dan raut wajah muram pancaran kekecewaan. Seluruh siswa masih terbengong dengan segala gejolak ketakutan dan kecemasannya. Lima detik, enam detik, tujuh detik,  masih belum ada yang menjawab pertanyaan itu. “Ini buku siapa.!!!” Pertanyaan itu diucapkan lagi dengan nada yang lebih tegas. Belum ada yang mengaku. Namun para siswa dikelasku mulai sedikit ribut. Kami saling bertanya pada teman sebangku kami. “Bukumu ya ?”, “Bukumu ya ?”, “Gak tahu !” “Aku juga gak tahu”, “kayanya bukumu deh ?”, “Ah bukan !”, suara sedikit berbisik-bisik mengumpul bergemuruh seolah mengbaikan guru yang di depan.
“Brakkk..!!! Jangan ramai..!!!” Seketika suara bisik-bisik itu jadi hening. Tangan kiri guru kami yang diatas bangku itu memukul bangku keras-keras. Kami kembali senyap ketakutan. Salah satu dari temanku yang paling suka jahil memberanikan diri untuk bertanya, “Maaf Bu, kesalahan dari buku itu apa ?.”
Menerima pertanyaan itu, dengan mata yang tetap tajam memandang murid-muridnya beliau berdiri dari kursinya, kemudian berjalan sampai depan meja, “Lihat semuanya lihat tulisan ini,,!!! Dari dulu kan sudah ibu ajarin menulis yang baik. Dari kelas satu, dua sampai kelas tiga. Selama tiga tahun kalian sudah ibu ajarin bagaimana nulis yang bagus,,!! kalau nulis huruf G kecil, P kecil, dan J kecil itu agak menggantung, biar bagus..!! Hurufnya kalau nulis agak besar, rapi dan tegak biar enak dibaca.. !!!.”Suara guruku, begitu keras, tapi kami masih terbengong-bengong karena kami tidak melihat apa-apa pada buku itu. Jangankan rangkaian tulisan yang jelek, satu hurufpun tidak kami temukan pada halaman buku yang dibuka dan diangkat tinggi-tinggi dari tadi. Hanya garis-garis horizontal yang rapi yang terlihat.
“Maaf Bu, tulisannya yang mana ?” Tanya temenku yang lain.
Mendengar pertanyaan itu kelihatannya guruku mulai berfikir, mencoba menurunkan tangannya dan melihat halaman yang dibukanya. Semua masih diam, guruku pun juga masih diam, ku lihat-lihat wajah beliau agaknya  kecewa dengan dirinya sendiri yang salah membuka halaman. Dengan sedikit jengkel beliau membolak balikkan halaman buku mencari-cari halaman yang tepat ada tulisan yang dimaksudnya. Melihat hal itu entah mengapa aku tidak kuat menahan senyumku. Kulihat beberapa temanku juga begitu. Namun kami tetap berusaha memasang wajah yang takut dan cemas agar guru kami tidak tambah marah. Setelah menemukan tulisan yang di maksud, “Ini tulisannya,,!!!”. Masih dengan nada yang tegas beliau memperlihatkan tulisan itu.
Melihat tulisan itu aku kembali meragu, cemas dan penuh prasangka. Sepertinya itu tulisanku. Aku terdiam sejenak. Tak lama setelah membuka tulisan itu guruku membalikkan buku itu dan memperlihatkan covernya. Taksalah lagi  itu memang benar-benar  bukuku. Dengan penuh rasa malu aku melangkah kedepan dan berdiri disamping guruku sembari merundukkan kepala aku mengucapkan, ”Maaf Bu, itu bukuku, maafbu tulisanku jelek, padahal saya sudah berusaha menulis sebaik-baiknya.”





Oleh:
J

Alumni MI P.H. Tunggangri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar