Sabtu, 24 Maret 2012

Cinta Kasih


ARTI CINTA KASIH

Suasana ramai bulan agustus, tak ceria terasa dihati sahabatku. Aku memandangnya, dimatanya bergejolak airmata. Hatiku bertanya, “Ada apa dengannya ?.” tidak lama aku mengambil waktu, aku dekati dia dan aku bertanya. “Hai.. Kenapa mata kamu pendul..?”. Seketika sahabatku semakin deras meneteskan air matanya. Sedikit ku merasa bersalah, tapi ku ingin tahu ada apa dengannya. Kulihat sulit baginya untuk mengungkapkan kesedihannya. Sampai aku dikasih tahu oleh sahabatku yang lain,sambil berbisik
 “.. Seseorang yang berarti dalam hidupnya telah tiada.”.....
 “Maksudnya siapa ?”....
“Muhsin”.....
Mendengar jawaban itu, hatiku berduka dengan sangat mendalam.
“Fa.. aku sudah mengerti tentang arti air mata kamu, aku juga faham dalamnya kesedihan yang kamu rasakan, kamu harus sabar, kita harus slalu ingat semua itu sudah direnccanakan. Dan kalau ada pergi itu pasti ada pulang. Percayalah, dia telah bahagiya dengan kepulangannya. Segala kerinduannya slama ini telah terpenuhi.”
“Dia orang yang pentig buatku Di... Dia selalu ada untukku. Terkadang dia jadi guruku, terkaddang  jadi sahabatku, pokoknya dia sangat berarti dalam hiduku. Aku menyayanginya, aku sangat menyaanginya”.
“Aku juga ngerti kamu menyayanginya, jika aku teringat kata-katanya yang pernah kau ceritakan padaku,, aku juga faham diapun juga menyayangi kamu, ingat Fa... dia sayang kamu,, tentunya dia gak mau melihat kamu nangis.
Sejenak dia mengusap air matanya dan mencoba untuk tegar, dengan membangun senyuman.
“Kamu ingat kata-kata yang mana,?”
“Kamu pernah cerita kepadaku kalau dia pernah berkata bahwa perjuangannya untuk kamu sudah bertahun-tahun.”
“Ya,, aku juga baru mengerti, tentang arti perjuangannya itu.”
“Kalau boleh tahu apa artinya ?”
“Ceritanya panjang Di,, besok kamu pasti ku ceritain. Sekarang hari sudah siang kita pulang aja dulu. Terimakasih ya, kamu telah`` mengingatkanku, kalau aku harus tegar. Salah satu arti perjuangannya untukku adalah, bahwa aku harus tegar. Sekali lagi terimakasih ya !!!”
Semarak kemerdekan tercurahkan dalam prayaan-prayaan. Disana pesta di sini pesta disetiap desa-kota ada pesta. Disana sini terlihat pasangan pemuda pemudi. Dengan rasa iri tanpa sadar ku berkata “Betapa bahagiya mereka berjalan ber dua bersama pasangannya.”
“Siapa yang bahagia..?, ah,, itu bahagianya tidak lama..”
Sehentak aku kaget, tiba-tiba aja siFatus, muncul disampingku.
“Ah kamu bikin kaget aja,,,!!!!”
“Hmm… masa kaget,,, lagian napa kamu kok gnomong-ngomong sendiri..?
“Wah dah bisa senyum to…?.  Jadi sudah gak sedih lagi,…?
“Ya,, masih sedih juga sih,,..!!!, Tapi masa aku gak boleh berusaha untuk senyum…
“Ya,, boleh aja, itu kan lebih bagus,, terus gimana kelanjutannya kemarin, katamya mau cerita tentang arti perjuangan yang bertahun-tahu itu…?”
“Iya, tapi nanti kalau aku sampek nangis jangan diketawin ya,,,”
“Iya-iya.. gak munkinlah aku menertawakan kamu”.
“Arti perjuangn itu sungguh mendalam Di,, dia meninggalkan kenangan sejuta makna untukku. Untuk lebih enaknya aku ceritanya dari awal aja ya…?
“Iya… dari tadi ku dah nunggu..”
“Ya harus sabar lho… OK, ku mulai ceritanya…”
“Perjuangan itu dimulai saat aku dan dia masih kecil. Dia pernah cerita padaku kalau sejak kecil dia itu slalu ingin mendekati aku.` Dia juga mangatakan perasaannya terhadap aku itu tumbuh sejak usia kami masih kecil. Jadi dia selalu cari-cari kesempatan untuk mendekati aku untuk membuat aku memiliki perasaan yang sama dengannya. Ahirnya dia berhasil, akupun menyayanginya tapi, waktu itu ku juga masih kecil. Jadi aku masih malu-malu gitu.
Suatu yang sepesial dari dia adalah sikapnya yang dewasa. Dia menyayangiku tapi dia tidak pernah memikirkan apa yang dirasakannya kepadaku. Dia selalu mengutamakan keperluanku. Suatu ketika ketika aku sedang sekolah, dia sms aku, dan aku membalas smsnya. Dia malah memarahi aku. Katanya “Mengapa smsku kok dibales kamu kan lagi sekolah”. Ketika itu aku juga jengkel dengannya. tetapi setelah kupikir-pikir dia begitu itu karena sayang maku. Dia tidak mau kalau aku disekolah cuman smsan aja dan melupakan pelajaran. Dia tidak takut kalau aku marah atau membencinya. Dia hanya takut kalau aku malakukan kesalahan.
Ada juga hal yang membuatku bangga padanya. Waktu itu dihari Minggu aku jalan-jalan madia ke Pantai. Kami melihat orang-orang lagi pacaran. Mereka berdua-duaan dan ber mesra-mesraan. Ketika itu dia bertanya kepadaku “Kamu suka gak dengan hal  yang seperti itu ?”. Sebelum aku menjawabnya dia menyahut duluan, “Kamu harus mengerti, banyak orang mengatakan kalau melakukan hal seperti itu namanya adalah saying. Pernyataan seperti itu dalam satu sisi benar, kalau sudah ada ikatan suami istri. Akan tetapi kalau masih pacaran atau lainnya itu bukan berarti saying atau cinta. Coba dipikirkan ketika kita cinta dengan seseorang tentunya kita tidak mau kalau seseorang yang kita cintai itu bersedih atau bahkan celaka. Terus Jika ada pasangan yang belum menikah melakukan hal seperti itu, berarti dia tidak takut kalau orang yang dicintainya atau dirinya sendiri celaka diahirat. Kalau menurutku hal yang seperti itu adalah pelampiasan nafsu aja bukan cinta”.
Begitu jelas dia memberikan pengertian cinta pada ku. Dia selalu mengajariku dengan prilakunya bukan hanya dengan nasihat saja. Dari itu semua aku mengerti arti perjuangannya untukku. Dia hanya ingin aku menjadi orang yang berprinsip, bukan hanya orang yang ubyak-ubyuk dan suka ikut-ikut. Aku juga tahu, dia mengiginkan supaya aku menjadi orang yang kuat, tidak lemah, jadi aku akan beruaha tidak menangis, walaupun dia telah meninggalkan aku untuk selamanya, karena aku takut dia akan barsedih melihat aku menangis.”.
Setelah Fatus menceritakn kisah cintnya, kami pulang. Aku senang melihat sahabatku yang bisa tegar. Aku juga bangga pada sosok Alm. Muhsin yang begitu dalam mengartikan cinta. sehingga terbesrit dalam hatiku untuk meniru prilaku dan prinsip-prinsipnya. Semoga bisa…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar