ARTI CINTA KASIH
Suasana
ramai bulan agustus, tak ceria terasa dihati sahabatku. Aku memandangnya,
dimatanya bergejolak airmata. Hatiku bertanya, “Ada apa dengannya ?.” tidak
lama aku mengambil waktu, aku dekati dia dan aku bertanya. “Hai.. Kenapa mata
kamu pendul..?”. Seketika sahabatku semakin deras meneteskan air matanya.
Sedikit ku merasa bersalah, tapi ku ingin tahu ada apa dengannya. Kulihat sulit
baginya untuk mengungkapkan kesedihannya. Sampai aku dikasih tahu oleh sahabatku
yang lain,sambil berbisik
“.. Seseorang yang berarti dalam hidupnya
telah tiada.”.....
“Maksudnya siapa ?”....
“Muhsin”.....
Mendengar
jawaban itu, hatiku berduka dengan sangat mendalam.
“Fa..
aku sudah mengerti tentang arti air mata kamu, aku juga faham dalamnya
kesedihan yang kamu rasakan, kamu harus sabar, kita harus slalu ingat semua itu
sudah direnccanakan. Dan kalau ada pergi itu pasti ada pulang. Percayalah, dia
telah bahagiya dengan kepulangannya. Segala kerinduannya slama ini telah
terpenuhi.”
“Dia
orang yang pentig buatku Di... Dia selalu ada untukku. Terkadang dia jadi
guruku, terkaddang jadi sahabatku, pokoknya
dia sangat berarti dalam hiduku. Aku menyayanginya, aku sangat menyaanginya”.
“Aku
juga ngerti kamu menyayanginya, jika aku teringat kata-katanya yang pernah kau
ceritakan padaku,, aku juga faham diapun juga menyayangi kamu, ingat Fa... dia
sayang kamu,, tentunya dia gak mau melihat kamu nangis.
Sejenak
dia mengusap air matanya dan mencoba untuk tegar, dengan membangun senyuman.
“Kamu
ingat kata-kata yang mana,?”
“Kamu
pernah cerita kepadaku kalau dia pernah berkata bahwa perjuangannya untuk kamu
sudah bertahun-tahun.”
“Ya,,
aku juga baru mengerti, tentang arti perjuangannya itu.”
“Kalau
boleh tahu apa artinya ?”
“Ceritanya
panjang Di,, besok kamu pasti ku ceritain. Sekarang hari sudah siang kita
pulang aja dulu. Terimakasih ya, kamu telah`` mengingatkanku, kalau aku harus
tegar. Salah satu arti perjuangannya untukku adalah, bahwa aku harus tegar.
Sekali lagi terimakasih ya !!!”
Semarak
kemerdekan tercurahkan dalam prayaan-prayaan. Disana pesta di sini pesta
disetiap desa-kota ada pesta. Disana sini terlihat pasangan pemuda pemudi. Dengan
rasa iri tanpa sadar ku berkata “Betapa bahagiya mereka berjalan ber dua
bersama pasangannya.”
“Siapa
yang bahagia..?, ah,, itu bahagianya tidak lama..”
Sehentak
aku kaget, tiba-tiba aja siFatus, muncul disampingku.
“Ah
kamu bikin kaget aja,,,!!!!”
“Hmm…
masa kaget,,, lagian napa kamu kok gnomong-ngomong sendiri..?
“Wah
dah bisa senyum to…?. Jadi sudah gak
sedih lagi,…?
“Ya,,
masih sedih juga sih,,..!!!, Tapi masa aku gak boleh berusaha untuk senyum…
“Ya,,
boleh aja, itu kan lebih bagus,, terus gimana kelanjutannya kemarin, katamya
mau cerita tentang arti perjuangan yang bertahun-tahu itu…?”
“Iya,
tapi nanti kalau aku sampek nangis jangan diketawin ya,,,”
“Iya-iya..
gak munkinlah aku menertawakan kamu”.
“Arti
perjuangn itu sungguh mendalam Di,, dia meninggalkan kenangan sejuta makna
untukku. Untuk lebih enaknya aku ceritanya dari awal aja ya…?
“Iya…
dari tadi ku dah nunggu..”
“Ya
harus sabar lho… OK, ku mulai ceritanya…”
“Perjuangan
itu dimulai saat aku dan dia masih kecil. Dia pernah cerita padaku kalau sejak
kecil dia itu slalu ingin mendekati aku.` Dia juga mangatakan perasaannya
terhadap aku itu tumbuh sejak usia kami masih kecil. Jadi dia selalu cari-cari
kesempatan untuk mendekati aku untuk membuat aku memiliki perasaan yang sama
dengannya. Ahirnya dia berhasil, akupun menyayanginya tapi, waktu itu ku juga
masih kecil. Jadi aku masih malu-malu gitu.
Suatu
yang sepesial dari dia adalah sikapnya yang dewasa. Dia menyayangiku tapi dia
tidak pernah memikirkan apa yang dirasakannya kepadaku. Dia selalu mengutamakan
keperluanku. Suatu ketika ketika aku sedang sekolah, dia sms aku, dan aku
membalas smsnya. Dia malah memarahi aku. Katanya “Mengapa smsku kok dibales
kamu kan lagi sekolah”. Ketika itu aku juga jengkel dengannya. tetapi setelah
kupikir-pikir dia begitu itu karena sayang maku. Dia tidak mau kalau aku
disekolah cuman smsan aja dan melupakan pelajaran. Dia tidak takut kalau aku
marah atau membencinya. Dia hanya takut kalau aku malakukan kesalahan.
Ada
juga hal yang membuatku bangga padanya. Waktu itu dihari Minggu aku jalan-jalan
madia ke Pantai. Kami melihat orang-orang lagi pacaran. Mereka berdua-duaan dan
ber mesra-mesraan. Ketika itu dia bertanya kepadaku “Kamu suka gak dengan
hal yang seperti itu ?”. Sebelum aku menjawabnya
dia menyahut duluan, “Kamu harus mengerti, banyak orang mengatakan kalau
melakukan hal seperti itu namanya adalah saying. Pernyataan seperti itu dalam
satu sisi benar, kalau sudah ada ikatan suami istri. Akan tetapi kalau masih
pacaran atau lainnya itu bukan berarti saying atau cinta. Coba dipikirkan
ketika kita cinta dengan seseorang tentunya kita tidak mau kalau seseorang yang
kita cintai itu bersedih atau bahkan celaka. Terus Jika ada pasangan yang belum
menikah melakukan hal seperti itu, berarti dia tidak takut kalau orang yang
dicintainya atau dirinya sendiri celaka diahirat. Kalau menurutku hal yang
seperti itu adalah pelampiasan nafsu aja bukan cinta”.
Begitu
jelas dia memberikan pengertian cinta pada ku. Dia selalu mengajariku dengan prilakunya
bukan hanya dengan nasihat saja. Dari itu semua aku mengerti arti perjuangannya
untukku. Dia hanya ingin aku menjadi orang yang berprinsip, bukan hanya orang
yang ubyak-ubyuk dan suka ikut-ikut. Aku juga tahu, dia mengiginkan
supaya aku menjadi orang yang kuat, tidak lemah, jadi aku akan beruaha tidak
menangis, walaupun dia telah meninggalkan aku untuk selamanya, karena aku takut
dia akan barsedih melihat aku menangis.”.
Setelah
Fatus menceritakn kisah cintnya, kami pulang. Aku senang melihat sahabatku yang
bisa tegar. Aku juga bangga pada sosok Alm. Muhsin yang begitu dalam
mengartikan cinta. sehingga terbesrit dalam hatiku untuk meniru prilaku dan
prinsip-prinsipnya. Semoga bisa…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar